“Surga” Itu Bernama Indonesia…Bukan di Jepang, Korea, Apalagi di Eropa!

Kabar.tv kali ini menyampaikan informasi tentang “Surga” Itu Bernama Indonesia…Bukan di Jepang, Korea, Apalagi di Eropa! sebagai berikut:


ANDA SIBUK BEKERJA, INGIN KULIAH D3 S1 S2  KLIK DISINI


“Surga” Itu Bernama Indonesia…Bukan di Jepang, Korea, Apalagi di Eropa!

3374133_20140507124953Katanya Indonesia ketinggalan jaman dan kampungan

Aku pernah membayangkan, dulu ketika bapakku bertanya pada kakekku? “Pak, apakah penjajahan selama 350 tahun itukah yang membuat bangsa kita ini katanya menjadi ketinggalan jaman dan kampungan?”

“Ketinggalan jaman karena orang Indonesia tak pandai memasak daging sapi dan kerbau menjadi steak….. Ketinggalan jaman karena orang Indonesia tak tahu cara memasukan air yang mengalir dari dalam tanah dan celah batu pengunungan ke dalam botol kemasan, atau sekedar meminumnya dari keran…..Ketinggalan jaman karena orang Indonesia tidak tahu bagaimana caranya mengubah batu menjadi permata”.

“Kampungan karena orang Indonesia tak tahu cara mengantri…..Kampungan karena orang Indonesia tak biasa membungkukan badan…..Kampungan karena orang Indonesia selalu melihat kanan kiri ketika hendak menyeberang jalan…..Kampungan karena orang Indonesia bukan pemakan sayuran…..Kampungan karena orang Indonesia suka membuang sampah sembarangan…..Kampungan karena orang Indonesia suka kekerasan tanpa tahu cara berdamai…..

Kampungan karena orang Indonesia suka menerobos lampu merah…..Kampungan karena orang Indonesia senantiasa menutup tubuh kita dengan pakaian yang wajar dan tertutup…..Kampungan karena orang Indonesia tak tahu cara membersihkan sayuran…..Kampungan karena orang Indonesia tak punya taman…..Kampungan karena orang Indonesia panikan karena gempa bumi dan gempuran lahar…..”

“Benarkah begitu pak? Beri aku penjelasan! Agar kelak anak anakku tahu kesalahannya, kenapa mereka memaksa menyipitkan mata, memancungkan hidung, atau sekedar memutihkan kulit dengan berbagai macam cara hingga tersiksa semata agar terlihat seperti orang Jepang dan Eropa, hingga memujanya bak negeri impian”.

Sejenak tak ada jawaban, hening…..Setelah itu sambil tersenyum perlahan kakekku menjawab pertanyaan bapakku….

“Nak, coba kau panjat gunung tertinggi di Republik ini. Lihat lalu arahkan matamu ke kanan dan ke kiri, ada apa di sana? Namun jika kau tak melihat apa apa, biar aku yang menjelaskan kenapa semua itu terjadi.

Palingkan tatapanmu ke ujung barat tanah rencong, lalu perlahan kau alihkan ke Borneo, ke Sulawesi, ke Maluku, Hingga ujung timur Irian jaya. Kemudian perlahan turunkan matamu ke bawah, dan lihatlah Nusa tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Lombok, Bali, hingga ke Pulau Jawa.

Semua yang dibutuhkan oleh manusia di dunia ini nyaris terhampar dan tersedia di negeri ini. Itulah makanya kenapa mereka para penjajah rela mati ditusuk bambu runcing hingga matanya terbelalak…….Sampai sini kau paham maksudku, nak?”

Jika kau tanya Indonesia ketinggalan jaman…?

Nak, Tuhan itu maha adil…Itulah kenapa Dia tidak mengajarkan kepada kita orang Indonesia, agar pandai membuat steak ala Eropa atau Amerika. Seperti mereka yang katanya mengaku modern. Tuhan melakukan itu agar mereka tahu bahwa kita punya rendang dan rabeg yang tidak menimbulkan kanker….

Nak, bukan karena kita orang Indonesia tak bisa mengemas air ke dalam botol. Tapi karena minum air kendi itu lebih nikmat dan tak merusak alam mu…

“Nak, Indonesia adalah permata nan indah. Tanpa harus menggali batu untuk kau olah menjadi intan, emas, perak, dan berlian hingga menghancurkan alamnya. Kecuali kau gunakan alakadarnya sekedar pemanis tubuh agar terihat lebih cantik dan menawan….”.

Jika kau tanya, kenapa orang orang di Indonesia sulit untuk mengantri? Itu mungkin karena mereka menganggap bahwa negaranya terlalu luas. Dan oleh karena itu mereka harus diajarkan bagaimana rasanya hidup di negara yang sempit agar tahu bagaimana caranya tertib.

Jika kau tanya, kenapa orang Indonesia tidak suka “membungkukan badan”? Itu mungkin karena sesekali orang Indonesia butuh istirahat untuk sekedar meluruskan badan. Karena kebanyakan orang Indonesia senang bergotong royong. Dan sangat menghormati orang tuanya hingga sungkem dan mengesot seperti yang kau lihat di keluarga keraton.”

Jika kau tanya, tidak seperti orang Jepang, kenapa orang Indonesia suka menoleh ke kanan dan ke kiri saat menyebrang jalan? Itu mungkin karena orang Indonesia sedang memperhatikan siapa tahu ada seseorang yang perlu dipapah dan dibantu untuk menyebrang jalan.

Jika kau tanya, kenapa orang Indonesia suka menerobos lampu merah sebelum hijau? Itu mungkin karena orang Indonesia terbiasa bekerja keras ala “Romusha”. Sebab jika kau tak cepat maka telingamu akan pengang oleh suara-suara aneh di belakangmu.

Jika kau tanya, kenapa orang Indonesia katanya tak suka memakan sayuran layaknya orang Jepang? Itu mungkin karena orang Indonesia sudah bosan dengan sayuran. Sebab di Indonesia menanam sayur tak sesulit seperti di Jepang. Dimana saja kau lempar benih sayur maka disitulah kau tuai hasilnya.

Jika kau tanya, kenapa orang di Indonesia suka membuang sampah sembarangan? Itu karena mereka sangat hapal lagu Koes Plus sampai tahu bahwa tanah dan airnya bisa merubah semua yang mereka buang menjadi tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman.

Jika kau tanya, kenapa orang Indonesia suka kekerasan dan tak tahu cara berdamai? Itu karena mereka sedang belajar memahami perbedaan ribuan bahasa, budaya, dan tata cara. Agar mereka saling mengenal saudara setanah airnya.

Jika kau tanya kenapa orang Indonesia senantiasa menutup tubuh kita dengan pakaian yang wajar dan tertutup? Itu mereka lakukan karena nilai dan norma norma yang mereka pegang teguh. Pun jika kau melihat mereka orang Indonesia yang separuh bertelanjang itu semata karena adat dan budaya. Bukan telanjang yang dibuat buat agar terlihat.

Jika kau tanya, kenapa orang Indonesia tidak tahu cara membersihkan sayuran? Itu karena mereka mengerti betul bahwa tanah dan airnya sangatlah bersih dan bening laksana air gunung yang mengalir.

Jika kau tanya, kenapa Indonesia tak punya taman? Itu karena orang Indonesia tahu bahwa Indonesia adalah ibu yang memiliki semilyar “paru-paru” dari segala taman taman di dunia.

Jika kau tanya, kenapa orang Indonesia suka panik jika terjadi gempa bumi? Itu karena mereka tak ingin kehilangan nyawa mereka agar mereka bisa lebih lama menikmati indahnya Indonesia.

Pesan terakhir sebelum menutup mata….

“Oh iya nak, kelak katakan pada anak-anakmu, tak perlu jauh jauh pergi ke Jepang, Korea atau ke Eropa untuk sekedar melihat putihnya salju, cukuplah mereka datang ke puncak tertinggi Jaya Wijaya di tanah Papua…Bisikan juga pada telinga mereka bahwa keindahan Carstensz Pyramid jauh lebih indah dari gunung Fuji”.

“Satu lagi nak, ajarkan kepada cucu cucuku nanti bahwa bunga melati putih, bunga anggrek bulan, dan bunga padma raksasa, itu ternyata jauh lebih indah dan wangi daripada bunga Sakura”.

source : http://www.kaskus.co.id/thread/536a0ccaa907e710718b476b/quotsurgaquot-itu-bernama-indonesiabukan-di-jepang-korea-apalagi-di-eropa/di-eropa/

510 Total Views 3 Views Today

Berita Terkait:

Berikan Komentar Anda



Be the first to comment on "“Surga” Itu Bernama Indonesia…Bukan di Jepang, Korea, Apalagi di Eropa!"

Leave a comment

Your email address will not be published.