Perjalanan Panjang Rudi Hartono Meraih Beasiswa Fulbright

Kabar.tv kali ini menyampaikan informasi tentang Perjalanan Panjang Rudi Hartono Meraih Beasiswa Fulbright sebagai berikut:


ANDA SIBUK BEKERJA, INGIN KULIAH D3 S1 S2  KLIK DISINI


Perjalanan Panjang Rudi Hartono Meraih Beasiswa Fulbright

Berikut ini adalah cerita dari Rudi Hartono, peraih program beasiswa Fulbright dengan mengambil konsentrasi  MA TESOL di Indiana University of Pennsylvania, USA.

Assalamualaikum Wr.Wb,

Hi kawan-kawan Berkuliah.com, saya ingin berbagi cerita perjalanan saya dalam meraih beasiswa bergengsi Fulbright untuk studi di Amerika. Mudah-mudahan informasi nya berguna bagi teman-teman yang berencana melamar beasiswa Fulbright, khususnya untuk tingkat master’s degree.

Beasiswa Fulbright adalah beasiswa yang prestigious dan fully funded dari awal aplikasi (Interview hingga selesai study). Fulbright merupakan competitive and merit-based scholarship dan Fulbright didanai oleh the United States Department of State.

Di Indonesia, beasiswa Fulbright dikelola oleh The American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF). Tujuan dari program Fulbright Indonesia adalah untuk meningkatkan “mutual understanding and cooperation between the people of the United States and Indonesia through educational and cultural exchange.”

11791888_10206643493542717_911487217_n

Program Fulbright sudah sangat dikenal luas secara internasional, lebih dari 155 negara berpartisipasi dalam program Fulbright. Informasi lanjut mengenai aplikasi, persyaratan dan jenis-jenis program (ada 17 jenis program) lainnya silahkan mengunjungi website berikut ini www.aminef.or.id. Dan like facebook page nya: AMINEF/Fulbright Indonesia.

Saya adalah alumni dari S1 FKIP Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya, Palembang Sumatera Selatan di tahun 2009. Mimpi untuk bisa ke luar negeri di mulai sejak masih semester awal, terinspirasi dari keren nya dosen-dosen saya yang alumni dari luar negeri. Profil belakang buku panduan mahasiswa baru itu yang membuka mata saya dan mulai bercita-cita menjadi dosen dan ingin sekali menempuh study di luar negeri.

Saya berpikir saya harus belajar diluar negeri di negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai mother tongue mereka, English-speaking countries, seperti US, UK, Canada, Australia atau New Zealand. Saya juga percaya belajar suatu bahasa dimana bahasa itu digunakan merupakan salah satu cara paling efektif belajar bahasa.

Pada semester awal hingga pertengahan saya berusaha untuk belajar dengan baik agar bisa meraih nilai yang baik. Alhamdulillah, saya berhasil mempertahankan nilai IPK yang tinggi setiap semesternya. Pada waktu semester 5 saya mencoba melamar beasiswa untuk short course di Amerika. Kali pertama saya mencoba saya gagal, lalu saya mencoba lagi melamar.

Di tahun 2007 saya mendapatkan beasiswa IELSP (Indonesian English Language Study Program)dari IIEF, it’s a 2-month intensive English and American culture course di University of California Santa Cruz (UCSC). Program ini yang memberikan impact yang begitu besar pada minat saya dalam bidang TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) dan linguistics.

Dan dari program itulah saya semakin tertarik belajar mengenai pengajaran Bahasa Inggris, dan mulai bermimpi untuk bisa menguasai ilmunya. Dan dari program inilah juga, saya bertekad untuk bisa kembali ke Amerika untuk menempuh gelar master.

Sejak saat itu saya mulai aktif mencari beasiswa.

Berbagai beasiswa saya coba apply, tidak hanya Amerika tapi juga Australia dan New Zealand.
Namun ternyata mendapatkan beasiswa tidak segampang yang saya kira, saya harus banyak mencari informasi tentang beasiswa tersebut dan program study yang akan diambil, serta meningkatkan kualitas diri dan kompetensi. Lebih tepatnya memantaskan diri untuk bisa layak menjadi penerima beasiswa bergengsi tersebut.

Saya memang menargetkan Fulbright yang menjadi top priority pilihan saya. Dan saya tahu konsekuensinya, saya harus kerja extra untuk setiap aplikasi nya.

Beasiswa gagal? 

Saya pernah mencoba melamar beasiswa Fulbright, ADS (Australia Awards), Chevening, PRESTASI, New Zealand ASEAN Awards,  BPPLN DIKTI, beasiswa Unggulan, dll.(untuk yg 2 terkhir ini saya setengah jalan aplikasi nya) panjang deh ceritanya. Saya banyak menerima surat/email yg bilang “Your application is UNSUCCESSFUL! kegagalan sungguh membuat jadi semakin penasaran.

Apa sih maunya beasiswa ini. Gagal?

Ah itu biasa, saya sudah kebal dengan kegagalan, tapi saya yakin tidak terpilih oleh beasiswa ditentukan oleh banyak faktor. Setiap pelamar pasti punya kelebihan masing2, masalahnya pemberi beasiswa punya kuota masing2, dan biasanya tidak banyak, sedangkan pelamar nya banyak. Siapa yg gak mau beasiswa?

Saya mencoba Fulbright 4 X. Yes, empat kali.

Setelah lulus S1 pada Desember 2009, di tahun 2010, saya memberanikan diri melamar Fulbright. Ternyata, saya dipanggil untuk wawancara, namun saya tidak berhasil menuju tahap berikut nya. Saya sedih, tapi juga introspeksi diri dan belajar lebih banyak lagi mengenai Fulbright dan dunia perburuan beasiswa pada umumnya.

Saya memperbaiki aplikasi saya, terutama study objective, menambah prestasi dan pengalaman saya. Saya terus melamar di tahun 2011, 2012 (2 tahun ini gak diundang untuk wawancara) Sakitnya tuh disini! Heeee, dan 2013 tahun terakhir saya dimana saya merasa sudah hampir mau menyerah.

Saya yakin siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, Man jadda wajada. Alhamdulillah di tahun 2013 saya di panggil wawancara dan lulus sampai proses akhir. Beginilah proses yang panjang itu, satu tahun proses sampai akhir nya bisa berada disini, di Amerika.

Berikut akan saya jabarkan prosesnya step by step. Selamat membaca.

1. Aplikasi

Persyaratan umum dan khusus serta kelengkapan dokumen bisa dilihat di website AMINEF.  Lengkapi saja semua yg diminta tanpa kurang satu dokumen pun, harus detail ya. Apa saja yang dibutuhkan? Aplikasi yang sudah diisi, Study objective (1 halaman), fotokopi hasil TOEFL atau IELTS, KTP atau paspor, surat rekomendasi dari atasan sekarang dan dosen terdahulu, ijasah, dan transkrip yang diterjemahkan ke Bahasa Inggris.

Kirim ke AMINEF  sebelum deadline tanggal 15 April. Keep in mind, informasi ini mungkin berubah silahkan lihat website Aminef dan kirim email ke Aminef untuk pertanyaan yang tidak ada jawabannya di website.

Di application form, kita mengisi informasi mengenai program apa yang dilamar, GPA, TOEFL, dan awards/honors, professional history, social involvement, research projects completed, Articles/Books/Unpublished, Papers/Thesis/Dissertation, traveled or lived outside. Ikuti saja petunjuk pengisian dengan membaca secara cermat dan teliti.

Saya dulu, waktu masih kuliah sudah download ini dan sudah mulai mengusahakan apa yg harus saya capai untuk bisa memenuhi kualifikasi ini. Saya sering mengikuti kompetisi, terlibat dalam kegiatan sosial, menulis paper, dan mengikuti program misalnya pertukaran kepemudaan.

Semua saya lakukan agar aplikasi saya menonjol dibanding aplikan lainnya karena saya pikir Fulbright memiliki kriteria yang sangat ketat baik secara akademik dan non akademik.

Kalau tidak percaya coba lihat alumni-alumninya yang hebat-hebat. Selain prestasi akademik, untuk teman-teman yang masih di S1 saya ingin menekankan pentingnya kegiatan berorganisasi, baik di dalam atau diluar kampus dan berbagai kegiatan kemahasiwaan atau kepemudaan atau apa saja baik yg berkenaan atau tidak berkenaan secara langsung dengan bidang study.

Kalau cuma syarat IPK 3.0 dan TOEFL 550 saya pikir masih banyak yg bisa mencapai syarat ini.

Maka kita harus memberikan lebih dari apa yang orang lain bisa berikan. Memenuhi syarat bukan menjadi jaminan untuk dapat dipilih oleh pemberi beasiswa, ada banyak faktor yang mungkin kita tidak ketahui. Apapun itu lakukan yang terbaik, perjuangkan dan yakinkan pemeri beasiswa kenapa kita layak menjadi penerima beasiswa melalui aplikasi yang kita kirimkan.

Dokumen yang paling penting adalah STUDY OBJECTIVE (SO).

Untuk menulis SO ini yang pasti anda harus sudah jelas mau ambil program study apa. Anda juga harus sudah mengecek program studi ini di website universitas di Amerika. Coba cek di beberapa, 3- 5 universitas.

Perlu waktu yg cukup untuk menulis study objective yang baik, saya perlu berbulan-bulan mengerjakan yg satu ini, dengan mengumpulkan ide-ide terbaik, me-review contoh-contoh essay yg baik dan kontak dengan penerima beasiswa sebelumnya. SO hanya 1 halaman.

Saya memiliki beberapa versi SO yang saya buat, yang akhirnya saya coba jadikan satu dengan memilih ide-ide terbaik untuk dimasukkan kedalam SO. Dalam menulis STUDY OBJECTIVE bisa menggunakan guideline ini:

  • Pertama, jelaskan apa bidang studimu. Jelaskan jurusan dan area spesialisasi secara detail.
  • Kedua, berikan tiga alasan utama mengapa ingin studi di area tersebut. Masukan contoh-contoh dari pendidikan atau pelatihan sebelumnya.
  • Ketiga, jelaskan keinginanmu di masa depan, dan bagaimana rencana studimu dapat membantu meraih keinginan itu.

Pastikan SO yang anda buat menjawab 3 pertanyaan tersebut. Selain itu, kalau belum yakin dari segi bahasa dan konten silahkan minta bantuan orang lain yang lebih knowledgeable atau native speaker. Kalau semua dokumen sudah siap, dikirim sebelum deadline ya. Sebelum saya mengirim aplikasi saya ke Aminef, saya minta didoakan sama ibu saya tercinta.

Saya bilang “Ini aplikasi terkhir saya mohon doanya Bu” “Saya sudah lelah mengejar mimpi”. Ibu saya tahu betul perjuangan anaknya dalam meraih beasiswa ini. Kalau sudah dikirim, berdoalah pada Allah SWT.

2. Interview

Tahap selanjutnya jika anda terpilih, anda akan diundang untuk interview. Alhamdulillah saya dipanggil interview. Oh ya rajin- rajin cek email ya kalau sudah melamar beasiswa. Jadwal interview saya waktu itu, Rabu, 10 Juli 10, 2013.

Saya menerima email undangan interview 2 minggu sebelumnya. Saya mempersiapkan diri dengan baik dan bertekad tidak mau gagal lagi kali ini. Wawancara dilaksanakan di Jakarta, dan tiket pesawat ditanggung pihak Aminef plus diberikan uang pengganti akomodasi.

Interview berlangsung selama 30 menit dan bersifat Q&A dengan panelists. Saya diwawancarai oleh 3 orang, 2 orang Indonesia (dosen dan alumni Fulbright) dan 1 orang Amerika, satu dari mereka adalah ahli dibidangnya kita. Yang pasti pewawancara adalah bi-national committee dari pihak Aminef dan Amerika.

Saya membuat interview guideline versi saya sendiri, dan pertanyaan-pertanyan beserta jawaban yang saya antisipasi akan ditanyakan. Saya sudah siapkan sepanjang 6 halaman. Saya mereview kembali SO dan application forms yg saya kirimkan ke aminef sebelumnya.

Saya membaca banyak blog dan informasi mengenai tips wawancara Fulbright. Saya mereview dan kontak pihak universitas di US untuk lebih memantapkan pilihan program study saya.

Pertanyaan yang masih saya ingat: Mengapa Amerika? Bagaimana menghadapi culture shock dan homesick? Dan saya disuruh menceritakan salah satu artikel yg pernah saya tulis. Overall, semua pertanyaan related to aplikasi kita dan pertanyaan dari panelis yang sangat beragam.

Mendapatkan Letter of Aceptance dari universitas di Amerika terlebih dahulu (sebelum melamar) tidak menjadi persayaratan yg diminta Fulbright. Dengan proses Fulbright pelamar tidak diwajibkan harus mendapatkan LoA dari kampus di US. Karena aplikasi ke universitas akan dilakukan oleh pihak Aminef nantinya. So, don’t worry guys.

3.Pengumuman

Alhamdulillah August 29, 2013 email yang saya terima berbunyi:

“Dear Mr. Hartono, Congratulations! I am extremely pleased to inform you that you have been officially nominated as a principal candidate for a Fulbright scholarship to pursue study for a Master’s degree in the United States commencing with the Fall 2014 academic term”. 

Alhamdulillah, Langsung sujud syukur, dan kasih tahu ibu dan nangis. Sedih bercampur senang lah pokoknya, sungguh Allah maha baik.

Selanjutnya, beberapa hari kedepan email- pun berdatangan untuk kelengkapan berkas-berkas lainnya. Kita akan diminta mendaftar di Fulbright portal secara online dan kirim beberapa dokumen tambahan seperti Writing Sample, tambahan rekomendasi (3 yg diminta), dan Study Objective dan Personal Statement yang diperbaiki.

Selain itu, kita menerima email tentang informasi detil Fulbright grant itu sendiri. Dan kita juga diberi tahu untuk mempersiapkan diri untuk standardized tests TOEFL iBT dan GRE atau GMAT.

4. TOEFL iBT dan GRE/GMAT

TOEFL iBT dan GRE or GMAT merupakan required tests yang diminta universitas sebagai syarat admission dan score yg diminta beragam tergantung universitas yang dituju. Sebagai patokan minimum 80 untuk IBT score dan GRE ada beberapa universitas yg meminta score minimum, ada juga yang meminta GRE score tanpa minimum score. Anda harus merujuk ke university website untuk requirement admission ini.

Untuk tes ini anda harus mempersiapkannya dengan matang dan jauh-jauh hari ya. Saya sendiri sebelumnya saya cukup familiar dengan tes ini, karena ketika saya mulai bermimpi ingin studi di Amerika, saya tahu apa saja persyaratan yang harus saya penuhi. Saya sudah memiliki beberapa buku dan software program iBT practices test (Listening, Reading, Writing, and Speaking) dari beberapa penerbit seperti ETS, Barron’s dan Longman.

Saya belajar setiap malam minimal 2 jam untuk menghadapi tes ini, ya independent study, babat habis seluruh practice test, dan tidak ada salahnya mengulangi soal practice hingga beberapa kali. Kalau TOEFL paper- based (PBT) skor nya berkisar 310 to 677, TOEFL iBT skor nya berkisar antara 0 to 120. 

Biasanya 80-100 adalah skor minimum untuk admission tingkat master di universitas di US. Namun beberapa bidang tertentu misalnya Linguistics, Literature programs and PhD study, skor minimum pun beragam dan lebih tinggi misalnya 100. Silakan cek masing-masing universitas dan untuk mengetahui iBT score yang diperlukan. Info lebih lanjut mengenai tes TOEFL iBT ini silahkan berkunjung ke website ini www.toefl.org.

Saya ambil tes iBT 29 September dan 1 Oct GRE 2013, kedua tes ini, tiket dan akomodasi ditanggung oleh AMINEF. GRE (Graduate Record Examination) minimum scores sangat beragam tergantung universitas yang dituju. GRE, sejenis TPA namun versi English nya, meliputi 3 komponen yaitu verbal, quantitative dan analytical writing. GRE juga ada GRE subject untuk beberapa jurusan tertentu.

Oh ya, Business and finance-related study butuh GMAT. Jangan anggap remeh kedua tes ini karena akan sangat berpengaruh terhadap beasiswa dan untuk diterima dikampus di Amerika anda walaupun anda adalah Principal candidate.

Oh ya, kalau tidak salah pada tahap ini juga ada perintah untuk membuat paspor bagi yang belum punya dan tes kesehatan (medical checkup). Untuk paspor silahkan berurusan dengan kantor imigrasi di kota anda. Untuk medical check-up, tunggu perintah dari aminef melalui e-mail, ada form dari Aminef yang harus di bawa untuk diisi oleh dokter.

5.Submission Plan

Pada tahap ini kita diminta untuk memilih 4 universitas di Amerika Serikat yang akan kita tuju. Proses pendaftaran sendiri dilakukan oleh IIE, kita hanya perlu melakukan pilihan universitas dan melengkapi persyaratan yang diminta. Kampus nya boleh dimana saja termasuk Ivy League kampus asal kampus tersebut menawarkan program study yang ada inginkan. Proses ini berlangsung di bulan Desember hingga January, waktu itu deadline kampus saya rata-rata January 15.

Setelah mengirimkan 4 universitas pilihan dengan membuat ranking universitas 1-4, IIE akan memberikan rekomendasi mana universitas yang cocok untuk kita. 4 universitas pilihan saya waktu itu adalah: Indiana University Pennsylvania (IUP), University of Texas at Arlington, Southern Illinois University, Carbondale and Arizona State Univ, 3 pilihan saya dan 1 rekomndasi dari IIE.

Universitas yang saya pilih tentunya berdasarkan program yang ditawarkan, mata kuliahnya, kurikulum, tuition nya, dan requirementnya. Saya akui memang memilih universitas akan banyak memakan waktu jika kita masih belum pilihan dari awal, karena ada ribuan colleges dan universities di Amerika. Ada baiknya melihat daftar kampus Fulbright grantee tahun-tahun sebelumnya jika anda belum mempunyai kampus pilihan, di website Aminef ada peta penyebaran dimana saja Fulbrighters belajar yang bisa dijadikan referensi. At least kita bisa menghubungi dan bertanya pada mereka. Atau anda juga bisa menghubungi PERMIAS yang ada di universitas-universitas di Amerika.

Jawaban dari universitas bervariasi. Jadi harus sabar. Pada bulan April saya menerima kabar dr IIE tentang penerimaaan saya di IUP Indiana University Pennsylvania untuk MA TESOL program. Lalu saya dapat kabar bahwa saya tidak diterima di Arizona State University. Dan saya masih ingin menunggu kabar dari 2 kampus lainnya, Southern Illinois University dan University of Texas, Arlington namun waktu terus berjalan dan saya pikir dalam minggu yg sama, akhirnya saya putuskan untuk mengambil IUP, yang memang top priority kampus yg saya pilih. Dan memang sebelumnya juga ada Fulbrighter 2011, Mbak Rini Susanti M.A. dari kota saya yg pernah study di IUP juga. Saya banyak bertanya dan berkonsultasi dengan beliau juga.

Saran saya untuk menyegerakan pilihan kampus ini mengingat semakin cepat kita memutuskan kampus mana yang dipilih, semakin cepat pula proses lainnya berlanjut. Dengan begitu semakin jelas mengenai tahapan selanjutnya misalnya pre academic atau gateway dan bisa mengikuti PDO, sehingga anda juga sudah bisa mencari housing dan mempersiapkan hal-hal lainnya.

6. PDO (Pre-Departure Orientation)

Pre-Departure Orientation AMINEF 2014 diperuntukkan para grantee yang akan berangkat ke US dan tentunya mereka yang sudah diterima di kampus di Amerika. PDO biasanya berlangsung pada bulan Mei, PDO 2014 bertempat di Ayodya Resort Nusa Dua, Bali.

Seingat saya, ada sekitar 120 Fulbright grantee yang diundang termasuk program-program lain Fulbright yaitu Fulbright master and PhD Presidential, master and PhD DIKTI, FLTA, dan American grantees yang research di Indonesia dan ETA (English teaching assistant). Oh ya, pada PDO ini grantee mendapatkan backpack, t-shirt Fulbright dan uang saku dari Aminef. Baik banget ya Aminef. Heeee.

Pada waktu itu PDO dibuka secara langsung oleh Director AMINEF Interim William Tuchrello dan ada juga remark dari Dr. Anies Baswedan, alumni Fulbright dan juga Rector of Paramadina University yang memberikan sambutannya dan berbagi kisah Fulbright nya. Berbagai sesi dari Institute of International Education (IIE) yang meliputi Fulbright grant benefits: Terms of Appointment Policies and Benefits Health Insurance Renewal of Grant Fulbright Enrichment, Opportunities Employment and Academic Training, Visa Procedures and Immigration Issues.

Dan PDO ini juga bertujuan membekali para grantee dengan berbagai informasi mengenai kehidupan di Amerika seperti dalam hal Accommodation, Money and Expenses, Geography, Shopping, Eating, Media, dan Transportation/Travel. Selain itu juga ada sesi mengenai “Do’s and Don’ts” selama berada di Amerika dan tips mengatasi “Culture Shock”.

Acara ini ditutup dengan dinner dan karokean bareng dari para grantee dalam group masing-masing.

7. Visa Application and Interview

Untuk urusan visa, tentunya sebelumnya kita sudah diminta mengumpulkan foto untuk visa Amerika. Kalau ragu bawa saja contoh yg diberikan Aminef melalui email sebelum anda ke foto studio. Ikuti saja petunjuk yang ada di email. Aminef selalu memiliki guideline yang jelas untuk setiap step nya, so just read the instructions carefully.

Kita akan menerima email untuk mengisi Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160) secara online dan membawa halaman konfirmasi jadwal wawancara; satu foto terbaru, paspor yang berlaku dan paspor lama, dan semua dokumen dokumen yang diperlukan pada saat wawancara visa di kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Secara umum AMINEF yang arrange visa kita walaupun wawancara tetap kita yang harus hadir dan tidak bisa diwakilkan, ketika sudah selesai akan diambil di kantor Aminef ketika akan berangkat ke US.

8. Departure

Keberangkatan masing-masing grantee berbeda.  Sungguh itu proses yang begitu panjang, lebih dari 1 tahun. Aplikasi tutup April 15 2013, dan serangkaian tahap selanjutnya yang harus dilalui, hingga tahun April 2014 Saya masih di Indonesia, haaaaaa. Banyak yg nanya. Kapan berangkat? Kapan berangkat? Kok masih di Indonesia? Mau jawab apa ya bingung juga. Saya jawab aja “Doakan saja, lagi proses”

July 17, 2014 adalah hari yang bersejarah karena hari itu saya berangkat menuju Amerika. Alhamdulillah,horeeee! Saya berangkat dari Palembang 16 July, satu hari stay di Jakarta dan main ke Aminef buat briefing keberangkatan. Semua Aminef sudah persiapkan: tiket, uang saku, prosedur keberangkatan dll. Ready to depart lah pokoknya. 

Walaupun ini keberangkatan saya yang kedua kalinya ke Amerika, tetep aja nervous, karena lama nya waktu perjalanan dan perginya sendirian. Hari keberangkatan saya, kebetulan masih di bulan puasa, waktu itu saya puasa tapi ditengah jalan dan ketika sampai sudah tidak jelas lagi puasa saya karena perbedaan waktu. Heeeee  Rute perjalanan panjang itu sebagai berikut: JAKARTA – HONG KONG-SEATTLE-DETROIT-NORTHWEST ARKANSAS.

9.Pre-academic Training

Salah satu keuntungan beasiswa Fulbright adalah adanya program pre-academic training, berupa intensive English course yg berlangsung di US yang lamanya berkisar 3-12 minggu tergantung dari kemampuan yang grantee miliki. Kandidat akan ditempatkan di universitas yang berbeda dari universitas dimana grantee akan menempuh study master atau PhD nya.

Dalam hal ini IIE memberikan kesempatan bagi grantee untuk ikut Pre-academic English (summer program) sebelum kita mulai kuliah.

Ini saya kasih kutipan dikit dari Terms of Appointment nya saya mengenai kegiatan pre academic ini,

“The intensive graduate orientation program will be designed to provide the International Fulbright grantees with not only the language skills necessary to make a smooth transition into their graduate studies at American universities, but with a clear understanding of the expectations and the cultural norms of academia in US Graduate schools”

Saya ditempatkan di University of Arkansas, di Fayettville selama 1 bulan. Kita banyak belajar mengenai American culture/(crosscultural Understanding) dan mengambil beberapa courses seperti academic writing, academic speaking skills, computer skills and library research bersama 25 internasional Fulbrighters yang berasal dari: Afganistan, Russia, Ukraine, Lesotho, Cost Rica, Colombia, Panama, China, and Paraguay, etc. Menarik sekali bisa berinteraksi dengan mereka dengan aksen bahasa Inggris yang berbeda-beda.

Selama program ini, kita gak perlu mikirin living expenses karena kita dapat stipend, accommodations juga disediain semua udah dibayarin oleh IIE, kita juga dapet buku-buku dan at the end of the program dapet travel allowance juga. Asyik yah?Haaaa

Di SILC (Spring International Language Center) http://www.uark.edu/silc . Arkansas sendiri begitu kental dengan WILLIAM J FULBRIGHT karena beliau sendiri berasal dari Arkansas, dan patung nya pun ada di depan gedung Old Main, tempat kita belajar sehari-harinya.

Kegiatan pre academic seperti apa saja? Classroom instruction, workshops, dan lectures dimulai pukul 8:30-3:00 dari Senin sampai Jumat. Weekend nya waktu jalan-jalan seperti, trip ke Tahlequah Cherookeee, Oklahoma.

Kita juga ke rumah Bill Clinton dan istri, Hillary Clinton. Dan kunjungan ke sekolah East Little Rock High school. Orang-orang yg terlibat selama proses akademik kita adalah: Direktur SILC Leyah Bergman-Lanier, Ph.D., Maggie, Gwen and Wayne (guru kita), Jimmy Bowie, Mas Wawan alumni Fulbright Master dan lagi ambil PhD in literature di Univ. of Arkansas. Orang Indonesia lainnya seperti Keluarga Pak Teddy &Kekeu , Mas Suhartono & Wiwit, dan Mas Reza.

Selama satu bulan ini kita diharapkan dapat meningkatakn kemampuan bahasa Inggris kita dengan berinterkasi dengan mahasiswa internasional lainnya. Untuk lunch dan dinner, kita mendapatkan student card untuk makan di Roberta Fulbright Dining Hall.

Kebetulan saya tiba di bulan puasa, jadi hari keberangkatan (peginya puasa, tapi udah di pesawat udah gak keruan lagi waktu nya, krena zona waktu yg berbeda) dan hari pertama tiba (masih jet lag, dan penyesuaian tubuh dan cuaca) alhasil saya gak puasa.Heeee Ampun ya Allah.

Di akhir program ada farewell party dimana kita akan menerima certificate of completion. Baru 1 bulan bersama-sama terus kita harus pisah dan berangkat menuju universitas masing-masing, dan state yg berbeda-beda. Saya sendiri menuju ke Indiana Univ of Pennsylvania, di Pennsylvania.
10.Menuju ke Universitas

Hari pertama di Indiana, PA. 16 August 2014 untuk memulai 1st semester MA TESOL program. Saya ambil 3 mata kuliah ini dengan bobot total 9 credits.  Saya mengambil program TESOL yang hanya ada 12 orang (5 mahasiswa internasional dan 6 mahasiswa Amerika). Program ini telah mengenalkan saya pada dunia pengajaran Bahasa Inggris lebih mendalam.

Melalui program ini saya banyak belajar mengenai teori, praktik dan isu global dalam pengajaran Bahasa Inggris melalui mata kuliah yang diambil seperti TESOL Methodology, Materials Development, Language and globalization, second language literacy, instructional technology dan Research in TESOL and Applied Linguistics.

Untuk meningkatkan kemampuan akademik dan professionalitas saya sebagai seorang dosen, saya berusaha belajar untuk berpartisipasi di dunia akademik dengan melakukan professional development.

Untuk itu, setiap tulisan yang saya hasilkan dari tiap mata kuliah nya saya coba presentasikan di sebuah konferensi, dimulai dari ruang lingkup kampus misalnya saya akan mempresentasikan  tulisan dari tugas kuliah di English Graduate Organization (EGO) conference, 28 Maret 2015 yang lalu dan Graduate Scholar Forum pada April 8, 2015 yang diselenggarakan oleh Indiana University of Pennsylvania.  Dan nantinya saya berharap bisa mempublikasikannya di jurnal ilmiah.

Biodata : 

Rudi Hartono is a Fulbright Grantee 2014 who is currently pursuing MA in TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) at Indiana University of Pennsylvania. He earned his bachelor’s degree in English Education from Sriwijaya University in 2009. He currently works as a faculty member at Indo Global Mandiri University, Palembang.

He is passionate about teaching, writing and research. His interests include teacher professional development, ESL/EFL writing, and World Englishes. He would like to strengthen his academic expertise in TESOL and be a scholar in the field of TESOL by writing scholarly articles and publish them.

He was the recipient of IELSP (Indonesia English Language Study Program) scholarship by IIEF in 2008 to University of California Santa Cruz, CA. He was selected as the delegate of South Sumatera for Indonesia and Malaysia Youth Exchange Program by Ministry of Youth and Sport in 2012. He was also actively involved in several voluntary activities and received other several awards from activities during his undergraduate. He enjoys his free time listening to pop songs. He can be reached at [email protected] Pin BB : 7D2A1935

Sumber: www.berkuliah.com

3190 Total Views 2 Views Today

TAG:

university of arkansas pre academic orientation fulbright

Berita Terkait:

Berikan Komentar Anda