KEMANA LARINYA HARTA MEWAH, DAN SEJUMLAH ASET YANG BERLIMPAH DARI ALMARHUM IR. DODI TRIONO

Kabar.tv kali ini menyampaikan informasi tentang KEMANA LARINYA HARTA MEWAH, DAN SEJUMLAH ASET YANG BERLIMPAH DARI ALMARHUM IR. DODI TRIONO sebagai berikut:

KEMANA LARINYA HARTA MEWAH, DAN SEJUMLAH ASET YANG BERLIMPAH DARI ALMARHUM IR. DODI TRIONO

Pernikahan Siri yang lazim disebut Pernikahan secara sembunyi – sembunyi atau disebut juga Pernikahan Dibawah Tangan, sebenarnya hukum secara agama sah karena syarat dan rukunnya terpenuhi. Ada yang menikahkan, ada saksi, ada calon pengantin, ada mahar, ada ucapan ijab Kabul, hanya saja dihadiri orang tertentu, tidak diumumkan di depan khalayak ramai atau didaftarkan pada kantor Urusan Agama didepan Pegawai Pencatat Pernikahan.

Risiko dan persoalan yang akan dihadapi seorang wanita apabila ia memutuskan untuk mau dinikahi secara siri. Sebaiknya hindari dan jangan tergoda walaupun anda cantik, hilangkan pikiran untuk menjadi kaya secara cepat, atau menari diatas penderitaan orang lain. Memang terasa Indah diawal, dimana wanita akan merasa senang dan bahagia menjadi pendamping suami yang kaya raya dan terkenal, tetapi akan terasa lebih menyakitkan jika suami meninggal dunia. diaman kesenangan, kebahagiaan akan hilang total.

Terdengar sangat menyakitkan tapi itulah fakta, dimana seorang wanita yang statusnya istri siri, tidak bisa menuntut untuk mendapatkan nafkah, warisan, ataupun harta gono gini, karena tidak sah dimana hukum, dan dianggap tidak pernah terjadi. paling hanya mendapatkan belas kasih, dalam kata lain ucapan terima kasih dari hasil rembukan keluarga. Maka dari itu Berhati-hatilah bagi para wanita saat akan memutuskan melakukan sesuatu hal yang besar, terlebih nantinya akan melibatkan banyak orang, terutama anak-anak yang akan dilahirkan dalam sebuah pernikahan.
Sebaiknya pikir berulangkali jika ingin menikah secara siri. Meski Anda seorang yang berkecukupan tak membutuhkan harta dari suami siri, namun ternyata persoalan pernikahan siri tak terbatas pada nafkah saja, yang paling krusial adalah status anak, maka bijaklah dan berpikirlah ribuan kali jika ingin menikah tanpa legalisasi dari pemerintah.
Secara agama pernikahan seperti ini sah, namun secara legalitas sangat lemah karena tidak tercatat dalam akta negara hingga tidak diakui resmi oleh negara. Untuk itulah Berikut Dampak ataupun Derita Buruk bagi Wanita Yang dinikahi secara Siri :
1. Apabila pernikahan itu bukan atas sepengetahuan istri pertama, akan sangat riskan. Bukan hanya perkara akan disomasi, diteror oleh istri pertama jika tidak ridha, bahkan terkadang nyawa harus dipertaruhkan. Dan ini sudah terjadi berulang kali di negeri ini yang ditayangkan di media masa.
2. Rawan fitnah. Karena memang pernikahan itu terkesan sengaja disembunyikan, maka jangan terlalu heran jika orang-orang yang tidak mengetahui status pernikahan ini akan mempergunjingkan, mempertanyakan bahkan akan terkesan mereka sinis dengan status pernikahan tidak jelas, dan berpikiran negatif.
3. Rawan ingkar janji. Fakta memang terlihat nyata dari beberapa pernikahan siri yang timbulkan masalah, saat suami merasa tidak terikat secara hukum dengan istrinya, ia lebih bebas menentukan segalanya, baik itu janji akan berbuat adil tidak dilaksanakan, tidak memberi nafkah lahir secara layak juga nafkah batin.
4. Menimbulkan perpecahan dari keluarga suami. Tentu tidak dapat dihindari hal demikian terjadi. Dianggap menari diatas penderitaan orang lain, memang harus ditanggung oleh istri siri.
5. Istri siri akan kehilangan atau tidak sepenuhnya mendapat hak-hak yang biasa diterima oleh istri yang sah secara hukum. Seperti nafkah lahir batin maupun nafkah penghidupan untuk anak.
6. Jika ingin cerai, tidak tahu harus bagaimana, karena gugat cerai istri siri tak ada lembaga yang menampungnya untuk bercerai dengan suami jika suatu saat memang tidak mendapatkan kecocokan. Ia harus menunggu sampai suami mengucapkan kata talak. Jika suami tak melakukan juga, kirim utusan kerumah suami jika memang tidak serumah dengan istri sirinya untuk menetapkan talak untuknya.
7. Isbat Nikah, atau penetapan pernikahan di Pengadilan agama atas pernikahan siri sekaligus menetapkan perceraiannya (setelah istri menggugat cerai) adalah jalan yang bisa ditempuh saat suami menggantung dalam kondisi pernikahan siri. Seperti tidak mau berkomunikasi, tidak mau menafkahi  lahir batin, menelantarkan anak atau tak pedulikan lagi kondisi pernikahan sirinya.
8. Isbat ini sekaligus untuk menetapkan anak hasil pernikahan siri, agar dia memperoleh status yang sah sebagai anak, hingga dipermudah memperoleh akte kelahirannya untuk keperluan sekolah, mencari kerja, bahkan untuk menikah kelak.
9. Wanita dalam status pernikahan siri harus siap tidak mendapatkan pembagian harta gono gini jika ia dan suami memutuskan untuk mengakhiri pernikahan sirinya.
10. Jika suami meninggal, maka anak dan istri siri kemungkinan besar tidak mendapatkan harta warisan, apalagi suami  menyembunyikan pernikahan dengan istri yang sah. Hal ini akan semakin menyulitkan kehidupan keluarga dalam pernikahan siri.
455 Total Views 1 Views Today