Indikasi Penipuan Berkedok Modus Profit Rekrutmen Tenaga Kerja Tanpa Batas

Kabar.tv kali ini menyampaikan informasi tentang Indikasi Penipuan Berkedok Modus Profit Rekrutmen Tenaga Kerja Tanpa Batas sebagai berikut:

Indikasi Penipuan Berkedok Modus Profit Rekrutmen Tenaga Kerja Tanpa Batas

Uraian ini bersumber dari kisah nyata seorang Fulan. Mohon disebarluaskan agar tak lagi jatuh korban karna yang dikorbankan selalu rakyat kecil, masyarakat miskin, dan kurang berpendidikan, seperti saya ini.

Bismillahirrahmanirrahim(i). Assalamualamikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya adalah korban tanpa alat bukti sehingga terbungkam secara hukum. Pahamilah saya sebagai masyarakat yang resah oleh penipuan berkedok lowongan kerja dan hanya bisa gethok tular eh semoga saya menjadi korban terakhir. Wong saya ini bodo, lugu, polos, gampang diapusi alias dibohongi dan dimanfaatkan. Aku isane yo ming curhat ngene kiyi. Muga-muga bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Saya hanya ingin bekerja cari uang sendiri, eeee malah dapat masalah. Awalnya membaca lowongan kerja di koran lalu coba-coba daftar via SMS. Eh, ga lama langsung ada SMS balasan untuk wawancara kerja. Tentu saya senang sekali. Dengan semangat 45 saya lalu bergegas siapkan surat lamaran dan CV untuk kelengkapan berkas. Setelah itu cepat-cepat datang ke kantor untuk interview. Syukur kepada Gusti Allah, saya bisa datang untuk wawancara dan langsung diterima sebagai tenaga kerja berstatus partner kerja (masa training sebelum jadi karyawan tetap).

Loh kok lancar jaya? Ya memang sudah menjadi peraturan yang disepakati bersama bahwa untuk menjadi tenaga kerja di perusahaan distributor alat elektronik itu harus membayar Rp 900.000,00 atau setidaknya DP untuk jaminan sehingga tidak tergeser oleh pelamar yang lain. Lega rasanya ketika bisa bayar DP dan mendapat surat perjanjian bersama tentang jaminan status tenaga kerja. Hmmm. Anda mulai merasa ada yang ga beres? Hahahahah. Nanti dulu. Intinya sekarang begini dulu: Saya, Fulan, telah resmi menjadi tenaga kerja (training) di sebuah perusahaan distributor alat elektronik. Horeee!!!! Akhirnya aku bekerja kantoran karna semua pekerjaan dapat dilakukan di dalam kantor. Pendapatan (masa training) tinggi pula, bisa melampaui karyawan tetap. Kok bisa sih? Sih?

Itulah pintarnya sang direktur utama, pemilik perusahaan gokil ini. Cukup bayar Rp 900.000,00 sudah dapat surat jaminan tenaga kerja seumur hidup, HP android (jangan tanya merknya yang pasti di bawah panji-panji kualitas Evercross), fasilitas kantor, dan belum termasuk tunjangan ini itu. Btw syaratnyapun mudah: usia 17-56 tahun, lulusan SMP, pokoknya sehat jasmani dan rohani deh. Siapa yang gak mau coba! Btw lagi, tak ada batasan jumlah tenaga kerja. Lo lo lo lo lo lo lo!!!! Maksudnyah?
Tapi bentar. Itu uang Rp 900.000,00 buat apa? Pekerjaannya ngapain sih? Kan di lowongan kerjanya tertulis jenjang karirnya: HRD, Branch Manager, Security, Koordinator, Office Bou, Supervisor, Administrasi, dan Resepsionis! Kok bisa ga terbatas tenaga kerjanya?

Oke, langsung saja kalo gitu. Ternyata ini bukan perusahaan yang mendapat keuntungan karna bergerak dalam bidang distribusi alat elektronik itu tadi. Ternyata ini adalah perusahaan yang bermodus profit dari rektrutmen tenaga kerja tanpa batas. Anda sudah tahu? Ini bukan bisnis baru loh! Tapi kok ya saya ketipu yah, hahahhahah. Btw saya agak bercanda di sini agar suasana ga tegang-tegang amat.
Gini saja, mahar Rp 900.000,00 itu sama sekali bukan masalah kalau sedari awal saya tahu bahwa perusahaan ini sebenarnya bergerak dalam bidang modus profit rekrutmen tenaga kerja tanpa batas. Jadi anda sudah tahu kenapa saya merasa dibohongi? Apa itu modus profit rekrutmen tenaga kerja tanpa batas? Jadi inilah job description saya yang sebenarnya.

  1. Pasang iklan lowongan kerja serupa yang saya baca di koran tapi kali ini dengan nama (samaran) saya. Biaya iklan ini awalnya ditanggung oleh perusahaan (baik hati banget yah).
  2. Saya duduk di kantor saja sambil nunggu orang-orang tertipu seperti saya ini. Iya, nunggu mereka yang SMS lalu saya suruh datang ke kantor untuk wawancara. Ketika wawancara ya saya harus bilang bahwa ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi alat elektronik. Kalau pelamar tanya macam-macam ya disuruh DP aja dulu, pertanyaan itu nanti akan terjawab waktu pembekalan. Pokoknya saya harus membuat mereka bayar DP atau syukur kalau mau ya langsung Rp 900.000,00 karena dari situlah profit perusahaan ini.Apakah saya sudah melakukan tindak kriminal itu? Tentu belum! Saya tak mau ke meja hijau!
  3. Kalau saya sukses, dari Rp 900.000,00 itu saya dapat komisi sebesar Rp 170.000,00 belum termasuk bonus ini itu kalau bisa memenuhi target jumlah korban. Ini bukan gaji tapi pendapatan. Nah, sekarang anda tahu kenapa pendapatan masa training bisa lebih tinggi dibandingkan gaji karyawan tetap? Siapa yang mau jadi karyawan tetap coba (yang gajinya cuma Rp 2.500.000,00/bulan)! Apakah begini jobdesc yang tertera dalam lowongan kerja?
  4. Jadi, makin banyak orang datang dan membayar untuk kerja macam ginian, saya akan makin kaya (dengan pembohongan). Apakah bisnis ini etis? Bahkan tindakan kongkalikong papa minta saham saya bilang jauh lebih suci dan terhormat dari pada pembohongan publik kelas teri ini.

Oya, saya tuh juga dijanjiin fasilitas berupa HP androit. Androit bok!!!! Nah, ternyata inilah modus utamanya. Memang itu adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi alat elektronik, termasuk alat telekomunikasi. Caranya ya itu tadi: nunggu orang yang tertipu, yang mau bayar sebesar Rp 900.000,00. Perusahaan bisa saja kan bilang bahwa uang itu digunakan sebagai fasilitas yang diterima termasuk HP (yang notabene kan sudah punya HP yang lebih baik, kenapa musti dikasih/ maksa ngasih???). Intinya saya jadi makin jelas tentang banyaknya celah pidana dalam perusahaan gokil itu, ya setelah tanya sana sini. Hahahhahahahhahah. Tunggu pembalasanku! Hahhahaha.

Baik, tentang etika bisnis, perusahaan macam ini etis-etis saja asal dari awal calon tenaga kerja tahu tentang pekerjaan yang sebenarnya. Kalau pelamar tahu sebenarnya perusahaan bergerak dalam bidang modus profit rekrutmen tanpa batas, sebenarnya tak ada masalah. Tapi kan untuk memuluskan Rp 900.000,00 ada tindakan kriminal berupa penipuan (dengan mengatakan bahwa ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi alat elektronik). Nah, di sinilah letak tidak etisnya. Ternyata modus jualan HP androit itu tadi. Anda sudah tahu kejahatan perusahaan itu? Modus jualan HP dengan aduh,,,,, saya sudah capek ngomongnya mau gimana.

Tapi bagi saya yang masih memiliki hati nurani dan belajar ilmu filsafat etika, berpendirian dan berintegritas, tegas saya katakan bahwa model bisnis ini tidak etis sama sekali. Tak perlu saya jelaskan lebih lanjut, anda yang masih punya nurani pasti tahu kok kenapa bisnis ini tidak etis.

Jadi, saya mau menggelitik hati masyarakat saja. Semoga saya adalah korban terakhir. Semoga masyarakat dapat belajar dari saya sehingga jadi lebih berhati-hati dalam mencari pekerjaan. Berikut ini tips cari kerja dari saya:

  1. Hati-hati dengan lowongan pekerjaan yang berbasis pendaftaran via SMS, alamat kantor tidak jelas, iklan terlalu pendek.
  2. Kalau diminta membawa ijazah asli, pasti ada pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan.
  3.  Apabila SMS pendaftaran segera berbalas, anda patut curiga.
  4. Bila sudah ada balasan tapi anda belum merespon lalu ada balasan lagi (mengejar anda untuk wawancara), maka anda harus curiga. Kenapa mereka begitu nafsu untuk merekrut anda seakan tidak ada orang lain lagi di dunia.
  5. Ingat: cari kerja itu susah! Kalau gampang, justru harus curiga. Setiap kecurigaan adalah usaha untuk menjaga diri agar tidak dibohongi seperti saya. Sekarang modusnya banyak loh!
  6. Perusahaan yang baik pasti jelas bergerak dalam bidang apa, jobdescnya jelas, alamat kantor jelas, alamat gudang jelas (kalau produsen atau distributor), alamat pabrik jelas (kalau produsen), alamat toko jelas (kalau distributor). Di jaman digital ini, perusahaan yang baik (bonafit) pasti memiliki website. Nah, contoh perusahaan air minum bersoda coca-cola itu bukan PT. Coca-cola tapi PT. Coca-cola Avantil. Tentang perusahaan yang baik (dan yang bener) anda dapat telusuri lebih lanjut melalui internet, tanya sana-sini, melihat kajian buku teks, dll.
  7. Bila mau wawancara ada biaya administrasi, pikirlanlah untuk pergi saja!
  8. Kalau ada mahar sekian rupiah untuk jaminan kerja atau semacamnya, sudahlah! Pergi saja!
  9. Pada saat wawancara anda harus berani membongkar segala hal yang aneh tentang perusahaan (eh, ga peduli perusahaan besar atau kecil, hal aneh itu pasti ada, terutama perusahaan kecil sih). Yang penting, jangan sampai anda mendapat informasi yang salah tentang perusahaan (dibohongi, dimanfaatkan). Misalnya: jobdesc harus jelas, sumber keuntungan perusahaan harus jelas, gaji harus jelas, penempatan kerja harus jelas, hari libur, tunjangan, jatah cuti, dll. Intinya begini saja: semua yang ingin anda tahu harus ditemukan dalam interview agar tidak mendatangkan penyesalah di kemudian hari. Perusahaan yang baik pasti tidak membikin pekerjanya menyesal dengan mengatakan, “Oh ternyata kerjaannya begini, begini, begini.”

Memang, tidak ada uang halal atau haram, yang ada hanya asli atau palsu. Meski menurut saya tidak etis, Rp 900.000,00 itupun halal asal tidak dilandasi oleh indikasi penipuan. Tapi adakah bisnis yang 100% etis, sesuai syariat, taat hukum ini itu tanpa cela, ada? Tidak! Karna kejahatan dan penderitaan harus selalu ada namun mereka yang menyebabkannya biasanya akan celaka. ‪#‎ngundhuhwohingpakarti‬.

Ingin lebih jelas? Hubungi saya via email: [email protected]

2214 Total Views 1 Views Today

TAG:

polisi kejar pelaku penipuan herbal