Inilah Ilmu yang Dikuasai Jessica, Tak Banyak Dimiliki Orang Indonesia

Kabar.tv kali ini menyampaikan informasi tentang Inilah Ilmu yang Dikuasai Jessica, Tak Banyak Dimiliki Orang Indonesia sebagai berikut:

Inilah Ilmu yang Dikuasai Jessica, Tak Banyak Dimiliki Orang Indonesia

Tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Jessica Kumla Wongso sudah ditahan. Meski demikian, perempuan 27 tahun ini tetap menjadi misteri. Belum ada pakar yang berani menggaransi bahwa Jessica lah yang menaruh Sianida di kopi Mirna. Bukan karena Jessica tak mengakuinya, namun dilihat dari ekspresi dan pembawaaanya yang tenang banyak yang justru meragukan keputusan poilisi mentersangkakan Jessica.

Disatu sisi, banyak pakar yang justru menyebut Jessica adalah sosok yang pintar dalam menyikapi kasus ini. Pakar Komunikasi dari Universitas Bengkulu, Lely Arriane mengatakan bahwa Jessica mempunyai komunikasi “Pertahanan Diri” yang sangat baik dibandingkan dengan orang-orang Indonesia lainnya. Hal tersebut bisa dimungkinkan karena selama ini Jessica banyak belajar di luar negeri, tepatnya di Australia.

Pertama, Lely menilai Jessica menjadi sosok yang sangat ekstover seperti kebanyakan orang lain yang berbahasa Inggris.
Lely menilai Jessica senang menceritakan tentang kematian sahabatnya.

“Bisa dilihat saat dia melakukan reka ulang, Jessica selalu berupaya melihat kamera yang berada di luar dan sangat terlihat tenang sekali. Dia senang saat dilirik banyak kamera yang ada di sana,” ujar Lely saat diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Selanjutnya, Lely menjelaskan bahwa “pertahanan diri” Jessica juga terungkap saat dia berada di sebuah stasiun televisi untuk memberikan klarifikasi. Sikapnya yang terus tenang, namun terlihat membantah merupakan hal yang baik bagi dirinya sendiri.

Pasalnya, presenter yang bertubi-tubi melakukan tuduhan terhadap Jessica hanya dibalas sedikit jawaban dan ketenangan untuk membantahnya.
Dalam teori Myers Briggs, Jessica melakukan hal yang disebut strategi komunikasi paling sederhana yang mempertimbangkan nada suara dan cara penyampaian yang baik.

“Anak ini pintar sebenarnya. Dari jawaban-jawaban dia, semuanya yang dia tunjukkan sangat tenang sekali. Dia seperti memiliki kepribadian ganda jika benar melakukan itu,” tambahnya.

Namun, terlepas dari itu semua, dia berharap agar seluruh masyarakat menunggu hasil dari pihak kepolisian dan persidangan dalam perkara Mirna.
Jessica bersalah atau tidak, hanya persidangan yang berhak memutuskannya.

Ada Orang Lain?
Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Chudri Sitompul mengatakan jika bukan Jessica Kumala Wongso yang melakukan pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin, maka Jessica merupakan orang yang salah di tempat yang salah.

Pasalnya, dia berada di tempat tersebut dan semua bukti mengarah kepada dirinya.

“Kalau bukan Jessica, maka Jessica orang salah di tempat yang salah. Banyak bukti yang diungkap oleh kepolisian dan mengarah kepada dia. Makanya dia tidak tepat berada di situ, waktu itu,” ujarnya saat diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Dirinya menjelaskan dalam beberapa kasus yang sudah terjadi, meracuni seseorang hingga meninggal menggunakan zat Sianida jarang sekali terjadi.
Jika hal tersebut terjadi, Chudri memastikan ada orang dekat yang mempunyai akses dekat kepada korban.

“Ada orang-orang di sekitarnya yang mempunyai akses ke Mirna. Siapa dia? Ya lihat saja, siapa saja yang berada dalam satu meja. Kalau orang jauh, saya jarang temukan kasusnya,” kata Chudri.

Dalam perkembangan yang dilihat olehnya, Chudri menilai kasus Mirna menjadi sebuah ujian bagi pihak kepolisian untuk membuktikan bahwa Jessica Kumala Wongso merupakan tersangka dan dapat dibuktikan di pengadilan.

Selain itu, Chudri menilai kejadian Mirna memerlukan scientific evidence atau barang bukti ilmiah yang dapat mengungkapkan siapa pembunuh sebenarnya.

Dalam pasal 5 ayat 1 UU ITE, CCTV dapat dijadikan sebagai bukti tersurat jika hasil rekaman CCTV dijadikan Hardcopy.
“Bisa saja CCTV dijadikan alat bukti asal dijadikan dalam bentuk gambar di kertas. Nanti biar penyidik yang memberikan ke pengadilan dan hakim bisa menerapkan keyakinannya disitu,” katanya.

Termasuk untuk kesaksian para Ahli yang dapat dijadikan masukan bagi para penyidik saat melakukan investigasi.
Jangan sampai penyidik menutup ruang itu, karena menganggap proses penyidikan merupakan wewenang mereka.
“Agar lebih fair, seharusnya Jessica juga bisa berikan saksi ahli sebelum di persidangan. Tapi sudah tidak mungkin. Makanya berharap saja pada kepolisian yang ada saat ini,” kata Chudri.

Kelakuan Jessica di Penjara

Selama mendekam di balik jeruji, tak banyak hal yang bisa diketahui terkait apa yang terjadi dengan perempuan 27 tahun ini. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di dalam sel Jessica kerap mengajukan permintaan yang tak biasa. Khususnya terkait soal makanan dan minuman, perempauan pencinta kuliner ini berbeda dengan tahanan lain.

Ia disebut pernah meminta masakan padang, donat JCO, dan masakan yang tak ada di penjara. Yang mengejutkan, adalah selama di penjara Jessica kerap meminta kopi. Seperti diketahui, Jessica pernah mengaku tak mencicipi es kopi Vietnam yang diminum Mirna lantaran mengidap maag ternyata penyuka minum kopi. Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Ajun Komisaris Besar Barnabas mengatakan, biasanya Jessica memesan kopi itu di sore atau malam hari.

“Dia yang minta kopi. Kita kasihan juga, akhirnya dibelikan,” kata Barnabas. Sebelumnya, ayah Mirna, Dermawan Salihin menyebut jika Jessica adal;ah tukang bohong.

Jessica Normal

Pihak kepolisan terus menggali keterangan sejumlah saksi dan ahli untuk mengungkap kematian Wayan Mirna Salihin yang diduga diracun oleh temannya Jessica Kumala Wongso.

Salah satu ahli yang diundang penyidik pada Jumat (5/2), ialah Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi UI yang mendalami psikologi Sosial.
Sarlito mengatakan dari pembacaan sejumlah hasil tes psikologi yang telah dilakukan kepada tersangka, ia menyimpulkan jika Jessica tidak memiliki kelainan. Jiwa dan kepribadian perempan 27 tahun tersebut, juga normal dan baik-baik saja. “Hasilnya dia tidak ada kelainan apapun. Jadi, Jessica itu seorang yang sehat. Secara intelegensi cerdas, secara kepribadian sehat tidak bermasalah,” paparnya.

Menurutnya secara keilmuwan, analisis yang menyebutkan jika Jessica berkepribadian ganda, salah. Sebelumnya ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin menilai jika Jessica Kumala Wongso yang menjadi tersangka pembunuh anakanya, memiliki kepribadian ganda.
“‎‎Sangat normal, salah itu,” katanya.

Sarlito engga menyebutkan rinci hasil pembacaannya terhadap kondisi psikologi Jessica. Namun menurutnya ‎banyak kemiripan antara dugaan yang muncul selama ini dengan keputusan polisi. “Bahwa dugaan-dugaan kalian itu dengan keputusan-keputusan polisi itu banyak miripnyalah gitu. Itu saja barangkali,” pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

2812 Total Views 2 Views Today